Pengertian dan Juga Contoh Homograf

Dalam bahasa Indonesia kami menemukan kata-kata berbeda yang tulisannya serupa tetapi memiliki arti dan pengucapan yang berbeda. Kata yang memiliki skrip yang sama tetapi memiliki arti dan pengucapan yang berbeda adalah apa yang kita sebut kata homograf. Selain homograf, ada juga contoh homograf homofon homonym dan frasa homograf. Kita sering menjadi ambigu dengan kata-kata ini. Dalam diskusi ini kita membahas makna dan contoh-contoh kata homograf dalam sebuah kalimat. Lihat diskusi di bawah ini yang dikutip dari pinter kelas.

Definisi homograf

Homografer berasal dari kata-kata dan bagan Homo yang memiliki arti dan tulisan yang serupa. Oleh karena itu, homograf adalah kata yang tulisannya sama, tetapi maknanya dan pengucapannya berbeda. Homografer ini adalah kebalikan dari homofon. Homofon, penulisan kata berbeda, tetapi pengucapannya sama. Kata-kata dengan homograf mudah dipahami, sehingga kita dapat dengan mudah mengetahui arti kata itu. Perbedaan dalam pengucapan kata-kata homograf biasanya terjadi karena pengucapan huruf “e” di setiap kata. Contohnya adalah serangan yang memiliki arti bertarung dan menyerang nama sebuah kota di provinsi Banten. Kedua kata ini memiliki skrip yang sama, tetapi pengucapan huruf “e” berbeda, jadi arti kata tersebut juga berbeda.

Apel

Apel dengan pelafalan (e on the tail) memiliki makna sebagai salah satu nama buah, dan apel dengan pelafalan (e on saté) adalah salah satu kegiatan seremonial atau perkumpulan di lapangan. Jelas bahwa kedua kata tersebut menulis huruf yang sama, tetapi cara pengucapan dan arti setiap kata berbeda.

Kecap

Saus kedelai memiliki skrip yang sama, tetapi pengucapan huruf “e” berbeda. Pentingnya kecap adalah makanan tambahan yang terbuat dari ekstrak kedelai, dan kecap memiliki arti penting.

Keset

Sama seperti contoh # 2 di atas, kata keset memiliki skrip yang sama tetapi memiliki arti dan pengucapan yang berbeda, yaitu huruf “e”. Keset dapat memiliki kata sifat atau kata benda. Keset (e pada bagian ekor) berarti keadaan hal-hal yang tidak mulus, tidak rata atau tarik, dan keset (e pada hari Sabtu) memiliki makna barang dasar yang biasanya disimpan untuk menghilangkan puing-puing sebelum memasuki rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *